Salah Sangka
Hasna : (Datang dari luar, mendekati Reza, marah dan memukul) Sialan benar kamu ya!
Reza : Memangnya apa salahku, kenapa kamu memukulku! (Menangis).
Anin : Iya, memang apa salah Reza sehingga kamu memukulnya! (Marah sambil menatap Hasna).
Hasna : Pasti kamukan yang menaruh kulit pisang di laciku! (Tuduh Hasna kepada Reza).
Reza : Oh jadi itu, bukan aku yang menaruh pisang itu di lacimu (Jelas Reza).
Putri : Tuh, dengerin kata Reza, bukan dia yang menaruh kulit pisang itu! Lagi pula
kamu tidak punya buktinyakan? (Tambah Putri).
Ryan : (Kemudian Ryan datang dan menyahut) Eh, ada apa ini kok ribut-ribut.
Jaka : Iya, ada apa ini ( Tambah Jaka).
Anin : Ini lho, Hasna menuduh Reza sembarangan (Bela Anin).
Jaka : Menuduh sembarangan? (Tanya Jaka).
Putri : Hasna menuduh Reza kalau Reza yang menaruh kulit pisang di dalam laci Hasna (Jelas Putri).
Ryan : Oh itu tho, tadi pagi aku melihat Satrio dan Ikak makan buah pisang
Mungkinsaja mereka yang menaruh kulit pisang di laci Hasna. (Sambung Ryan).
Anin : Ya sudah, kalau begitu kita tanya mereka saja (Usul Anin)
Hasna : Ayo...... (Ajak Hasna)
Reza : Ikak... Satrio... apa benar, kalian tadi pagi makan pisang? (Masih sambil menangis).
Ikak : Betul, emangnya kenapa kalau tadi pagi aku sama Satrio makan pisang? (Jawap Ikak agak curiga).
Satrio : Iya, memang apa salahnya makan pisang (Tambah Satrio).
Hasna : Apa benar, kamu yang menaruh kulit pisang di laciku (Tanya Hasna).
Ikak : Lacimu? (Ikak bingung).
Satrio : Maaf ya Hasna tapi itu benar (Satrio Mengakuinya).
Ikak : O, yang itu.... sebenarnya aku dan Satrio tidak bermaksut begitu, kami tidak
bermaksud begitu, maafkan kami ya Hasna (Mohon Ikak dengan nada memelas kepada Hasna).
Hasna : Tidak semudah itu aku memaafkan kalian ya, gara-gara kalian aku memfitnah Reza (Sambil marah).
Jaka : Sudahlah Hasna maafkan saja mereka berdua tidak ada salahnyakan kalau
memaafkan mereka (Usul Jaka).
Hasna : Tentu saja ada! (Bantah Hasna dengan nada tinggi).
Ryan : Maafkanlah saja mereka, merekakan tidak sengaja melakukannya. (Tambah Ryan).
Hasna : Baiklah kalian berdua aku maafkan (Tampak seperti tidak ikhlas).
Anin : Nah, sekarang waktunya kamu minta maaf kepada Reza (Tambah Anin).
Putri : Iya betul, ayo cepetan (Agak marah).
Hasna : Baiklah, Reza maafkan aku ya, karena sudah menuduhmu sembarangan
tanpa bukti (Dengan nada rendah dan agak memelas).
Reza : Iya, aku sudah memaafkan mu kok hasna (Dengan penuh senyuman).
Hasna : Makasih ya Reza, kamu sudah mau memaafkan aku (Tambah Hasna).
Reza : Iya, sama-sama (Jawab Reza).
Ikak : Maafkan kami berdua juga ya Reza (Minta Ikak).
Satrio : Iya, maafkan kami ya Reza (Tambah Satrio).
Reza : Aku juga sudah memaafkan kalian kok (Jawab Reaza).
( Mereka berempat pun saling memaafkan dan melupakan kejadian tersebut, layaknya tidak terjadi apa- apa).
Tamat